Talenta Belgia Bakal Tebar Pesona di Piala Dunia

belgia

Jakarta – Tim nasional Belgia siap menebar ancaman di Piala Dunia Brasil 2014. Dengan segudang pemain muda berbakat, Setan Merah berpotensi memberikan persaingan ketat dalam perburuan gelar juara dunia.

Belgia sukses melaju ke putaran final sebagai predikat juara Grup A di babak kualifikasi zona Eropa, dengan catatan impresif delapan menang, dua imbang dan belum pernah kalah. Pelatih Marc Wilmots telah memanggil 23 pemain yang akan diberangkatkan ke Brasil pada pertengahan Juni nanti. Skuat ini mayoritas dihuni oleh sejumlah pemain muda dengan rata-rata berusia 25.

Belgia pantas dilabeli sebagai tim kuda hitam yang paling harus diwaspadai oleh tim-tim lain. Lihat saja bagaimana kekuatan Rode Duivels diperkuat oleh sejumlah pesebak bola berbakat yang tersebar di sejumlah klub elit Eropa.

Di posisi penjaga gawang, ada pemain bernama Thibaut Courtois yang baru saja mengantarkan Atletico Madrid menjadi juara Liga Spanyol musim 2013-14. Bahkan pemain pinjaman Chelsea itu berpeluang mengangkat trofi Liga Champions akhir pekan nanti. Jika Courtois mengalami cedera, maka Wilmots tak perlu khawatir karena masih ada Simon Mignolet yang tampil begitu cemerlang bersama Liverpool musim ini.

Gawang Belgia semakin terasa aman karena kehadiran Daniel Van Buyten, Vincent Kompany, Thomas Vermaelen dan Anthony Vanden Borre di area pertahanan. Catatan lain adalah Van Buyten dan Kompany berhasil mengantarkan Bayern Muenchen dan Manchester City sebagai juara di liga masing-masing musim ini.

Barisan tengah mungkin tak terlalu tenar jika dibandingkan area lain. Meski begitu, kepiawaian Marouane Fellaini, Mousa Dembele, Kevin de Bruyne dan Axel Witsel diharapkan bisa menjaga keseimbangan pola permainan tim. Di antara sederet nama tersebut, Fellaini layak diberi peran sebagai jendral lapangan tengah.

Lini depan jadi wilayah yang paling menakutkan. Bomber Chelsea, Eden Hazard tampil begitu menawan musim ini. Berposisi sebagai penyerang sayap, Hazard sukses mengemas 16 gol dan tujuh assist dari 44 penampilan di semua kompetisi. Tak hanya acap kali menciptakan gol penentu kemenangan, pemain 22 tahun itu juga menjadi pencetak gol terbanyak The Blues musim ini. Selain itu, Romelu Lukaku, Dries Mertens serta debutan baru Adnan Januzaj juga punya potensi bakal bersinar di perhelatan akbar sepak bola dunia yang dimulai 12 Juni.

Menilik peluang di Piala Dunia, Belgia diprediksi akan lolos dari Grup H. Jika melihat peta kekuatan lawan, sepertinya hanya Rusia yang akan memberikan perlawanan ketat. Namun jika tak waspada, bukan tidak mungkin Korea Selatan dan Al Jazair bisa memupus ambisi Eden Hazard dan kolega. (Bolaskor.com)

Advertisements

Tak Mampu Tekuk Myanmar Jadi Anti Klimaks Timnas U-19

 

timnas u-19

Jakarta – Ada apa dengan Timnas U-19? Ya, barangkali ini jadi pertanyaan seluruh rakyat Indonesia ketika tak mampu memenangi duel dalam dua pertemuan melawan Myanmar U-19. Tentu saja, hasil negatif ini seakan jadi anti klimaks atas performa gemilang Tim Garuda Jaya dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Animo masyarakat sepak bola Indonesia kembali bergairah kala menyaksikan daya juang pasukan Indra Sjafri di ajang Piala AFF 2013 lalu. Menembus partai puncak usai mengandaskan musuh bebuyutan seperti Malaysia dan Thailand di Grup B, Garuda Muda sukses merengkuh gelar usai memenangi duel atas Vietnam dalam drama adu penalti yang berakhir dengan skor 7-6. Pencapaian ini serasa menjadi pelepas dahaga akan minimnya prestasi yang ditorehkan timnas senior.

Popularitas Evan Dimas dan kawan-kawan semakin meroket saat berhasil melaju ke putaran final Piala Asia Myanmar 9 hingga 23 Oktober 2014. Terlebih lagi, kesuksesan Indonesia menjadi juara Grup G di babak kualifikasi dengan menekuk juara bertahan Korea Selatan kian membuat publik tercengang. Dari hasil drawing yang dilaksanakan (24/4) lalu di Myanmar, Indonesia tergabung ke dalam Grup B bersama Uzbekistan, Australia dan Uni Emirat Arab. Pada laga pertama Indonesia akan melawan Uzbekistan pada 9 Oktober.

Berbicara mengenai performa selepas babak kualifikasi Piala Asia 2014, dewi fortuna seakan senantiasa menyertai perjalanan Evan Dimas dan kolega dalam laga eksebisi di Tur Nusantara yang digelar sejak 3 Februari hingga 21 Maret 2014. Tim besutan Indra Sjafri mencatat delapan menangg dan empat imbang.

Kekuatan Young Garudas semakin menakutkan ketika melakoni Tur Timur Tengah bulan lalu. Sempat kalah 1-2 dari Oman U-19 pada 9 April, Indonesia sukses membalas dengan skor sama dua hari kemudian. Perjalanan ciamik Glorious Garudas berlanjut saat membekuk Uni Emirat Arab di dua pertemuan dengan skor 4-1 dan 2-1. Di hari terakhir, mengandalkan sebagian besar pemain lapis dua, Indonesia hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan klub lokal UEA, Al Shabab U-19.

Namun, kini segala kegemilangan seakan hancur berkeping karena tak mampu menaklukkan Myanmar dalam dua pertemuan di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta. Senin kemarin (6/5), kedua tim bermain imbang 1-1. Di tempat sama, armada Indra Sjafri dipaksa menyerah 1-2, Rabu (8/5) malam WIB.

Dari dua pertarungan tersebut, terlihat jelas faktor teknis dan non teknis sangat berperan dalam permainan timnas. Kesalahan mendasar seperti kesalahan passing kerap terjadi. Bukan hanya itu, secara psikologis timnas seperti tak siap atas provokasi yang dilakukan oleh tim lawan. Itu yang menyebabkan, Hansamu Pranata mendapat kartu merah di pertemuan pertama dan Ikhsan juga harus diusir wasit di pertandingan kedua.

Secara keseluruhan, penerapan taktik satu-dua umpan pendek Indra Sjafri sepertinya sudah mulai terbaca oleh tim lawan. Mulai dari mematikan pergerakan Evan Dimas hingga memutus aliran bola yang menuju Ilham Udin dan Maldini Pali di sisi sayap jadi pilihan utama pelatih Myanmar, Gerd Friedrich.

Masih ada waktu sekitar lima bulan lagi bagi Indra Sjafri untuk membenahi hal ini. Apa yang harus dilakukan jika Evan Dimas mendapat pengawalan ketat, apa yang harus dilakukan apabila penguasaan bola kalah oleh permaian kolektivitas lawan.  Paling penting tentu saja mencari cara bagaimana mengendalikan emosi pemain bila mendapat provokasi lawan. Selanjutnya, timnas U-19 akan bertanding kontra Liverpool Academy dan Manchester City Academy pada 20 hingga Mei nanti.